Reading is breathing for the mind!

Rabu, 28 Desember 2016

Studi Kasus (Case Study)

01.25 Posted by Unknown No comments



A.    Definisi dan Tujuan
Bogdan dan Bikien (1982) mengemukakan bahwa definisi studi kasus ialah sebuah pengujian tentang suatu subjek ataupun suatu peristiwa tertentu secara rinci, intensif, komprehensif, dan mendalam. Adapun tujuannya adalah untuk menungkapkan dan menjelaskan keberadaan suatu masalah dan mencari tahu secara rinci dan mendalam mengapa hal tersebut dapat terjadi. Singkatnya, studi kasus tidak hanya meneliti dan menjelaskan sebuah objek saja.

B.    Langkah-Langkah dalam Melakukan Sebuah Studi Kasus

Ada beberapa langkah dalam melakukan studi kasus, diantaranya:

1.      Pemilihan Kasus

Dalam menentukan ataupun memilih suatu kasus yang ingin diteliti alangkah baiknya dilakukan dengan bertujuan, maksudnya tidak dengan cara random (acak). Ada beberapa contoh kasus yang dapat dipilih jika ingin melakukan penelitian studi kasus seperti suatu subjek, proses, lingkungan, masyarakat, dan lainnya. Kasus yang dipilih lebih baik yang memiliki nilai special seperti yang belum pernah atau yang jarang diteliti sebelumnya.

2.      Memilih Jenis Desain Studi Kasus

Didalam studi kasus terdapat beberapa desain diantaranya multiple ataupun single-cases desain. Tidak hanya itu, desain lainnya yakni holistic yang hanya terdapat satu kasus dalam satu konteks. Desain terakhir yang dapat dipilih oleh peneliti yaitu embeded yang terdapat dua kasus dalam satu konteks.

3.      Menggunakan Teori dalam Desain Anda

Langkah berikut ini sangat penting dalam sebuah case study atau studi kasus. Dengan menggunakan teori dalam desain studi ini dapan membantu si peneliti dalam menganalisa data. Hal tersebut tentunya sangat memudahkan si peneliti dalam menyelesaikan studi/penelitiannya.


C.    Cara Pengumpulan Data

Terdapat beberapa cara dalam mengumpulkan data pada penelitian studi kasus, diantaranya:

1.      Peninjauan Langsung (direct observation) seperti menganalisa sebuah fenomena atau suatu kejadian.
2.      Wawancara
3.      Rekaman
4.      Dokumen (koran, majalah, dan lainnya)
5.      Mengobservasi partisipan (Terjun langsung kekehidupan sampel)
6.      Physical Artifacts 


0 komentar:

Posting Komentar